by http://M-wrc Wanahayu

Rabu, 16 Februari 2011

Drag Bike Kelas Sasis Matic Standar Dan Aluminium Dipisah

 

Bila pada 2 seri sebelumnya hanya ada 1 kelas di Matik s.d. 200 cc, maka pada event ke-3 Day Battle IPMJ Enduro Racing Dragbike 201-M Championship 2010 di sirkuit Kemayoran, Jakpus (29-30/05), kelas tersebut dipecah jadi 2. Pembagian tersebut terdiri atas skutik-skutik yang bersasis standar dan aluminium.

MENDADAK

“Pembagian tersebut atas usul peserta lomba yang lalu disetujui oleh pihak penyelenggara lomba, dalam hal ini Trendypromo Mandira. Animo peserta yang cukup tinggi pada kelas itu, membuat pembagian tersebut bisa terlaksana,” ujar Anas Riswanto, selaku pimpinan lomba.

Sementara bagi para peserta, pemecahan kelas berdasarkan penggunaan sasis, agar perlombaan berjalan lebih fair. Dengan kata lain, peserta dengan motor bersasis standar diadu dengan yang sejenis. Demikian juga buat yang sudah pakai sasis aluminium.
“Jadi kalau seperti ini, enggak ada lagi alasan pemakaian sasis yang bahan dasarnya lebih ringan bakal selalu langganan juara di kelas matik 200 cc,” ucap Rio Teguh, pembalap speed off-road yang sekarang jadi manajer tim Hani 07 ft Key Speed BDG.

Tentu ke depannya pembagian tersebut diharapkan dapat lebih banyak menyedot animo peserta yang ikutan berlaga di kelas ini. “Pasalnya bila dibatasi hanya boleh memakai satu jenis sasis saja, akan membuat teknologi skutik drag kelas sampai 200 cc kurang berkembang,” tambah Rio.

Namun, pemberitahuan soal pembagian kelas sasis ini, dinilai peserta agak mendadak karena baru diumumkan sehari sebelum lomba (Sabtu, 29/5). Beberapa peserta merasa dirugikan. Seperti yang diutaran oleh Robby Bontot, mekanik dari tim drag Bontot Jaya Motor.
“Bila pemberitahuannya enggak terlalu mepet waktunya, tentu di kelas tersebut terutama yang sasis standar peserta yang ikut bakal lebih banyak. Paling tidak, saya turunkan skutik yang speknya pas dan kompetitif di kelas tersebut,” ujarnya.

Aturan baru soal sasis ini ternyata ditanggapi sedikit berbeda oleh Suhartono atau akrab disapa Achonk. Menurut joki tim D2M Manyun Speed Pell’s, catatan waktu yang dihasilkan dari motor yang pakai sasis standar (8,419 detik) dan aluminium (8,324 detik) enggak jauh beda.
“Kalau memang inginnya lebih fair, lebih baik aturan soal pemakaian rangka dibebaskan saja. Namun baik peserta yang pakai sasis standar maupun alumunium, diikat dalam regulasi minimum bobot motor plus jokinya setelah ditimbang,

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar